Cerita Kasubag TU Sudin SDA Jakut, Doktor Teknik Sipil yang Pernah Kebanjiran saat Kos di Cawang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Sepekan lalu, Boris Karlop Lumbangaol meraih gelar Doktoral Teknik Sipil di Universitas Tarumanegara.

Sosok yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara ini menyelesaikan pendidikan strata tiga yang ia ambil sejak 2020 lalu.

Boris mengatakan termotivasi mengambil gelar doktor karena tugasnya di Dinas SDA DKI Jakarta. 

Sejak bekerja sebagai aparatur negara pada tahun 2009 lalu di Jakarta, Boris kerap dihadapkan permasalahan banjir.

“Adanya permasalahan ini membuat saya berpikir dari sisi lain. Saya mencoba mencari solusi terbaik menuntaskan banjir di Jakarta. Saya pun bertekad mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dalam rangka mencari solusi terbaik,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (6/5/2024).

Sembari menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat, ia mulai mendalami studi kasus dengan sampling aliran sungai Krukut yang melintasi Depok, Jakarta Selatan hingga muara di Jakarta Pusat (kali Banjir Kanal Barat).

Sungai ini punya panjang 31.23 KM dengan luas daerah aliran sungai 73.53 KM.

Alasannya mengambil DAS Krukut karena ketika intensitas hujan tinggi, sungai tersebut kerap meluap dan banjir.

Saat tahun 2020 lalu, Boris menjabat sebagai Kasi Pengendalian Banjir di Suku Dinas SDA Jakarta Selatan.

Hasil pengamatannya dari tahun 2010 hingga tahun 2020, terdapat 29 titik genangan di DAS (daerah aliran sungai) Krukut. 

Baca juga: Pulang ke Indonesia, Hannah Al Rashid Ikut Syuting Film Horor Marni: The Story of Wewe Gombel

Dalam penelitiannya, penyebab banjir akibat meluapnya air yakni perubahan tata guna lahan dari resapan air berubah menjadi pemukiman atau lahan perindustrian.

Diketahui pula, sungai Krukut tidak dapat dinormalisasi atau dilebarkan.

Baca Juga  Kasus Rocky Gerung Dugaan Hoaks dan Ujaran Kebencian Sudah Masuk Tahap Penyidikan

“Sehingga pemerintah harus mencari solusi lain guna mengendalikan banjir di DAS Krukut. Dan pemerintah telah membangun pompa-pompa stasioner dalam rangka mempercepat air surut saat banjir,” ujar sosok kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara ini.

Namun, pompa yang dibangun tersebut tidak serta merta mengatasi genangan air yang ada. Ketika hujan ekstrim datang, banjir pun terjadi.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *