Dorong Produksi Pangan, Realisasi Tanam Makmur Terus Tumbuh Hingga 690 Ribu Ha

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTAPeningkatan produksi pertanian dan perkebunan terus didorong oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional.

Salah satunya dengan memperkuat peran BUMN dalam ekosistem pangan nasional lewat program Makmur yang meliputi berbagai aktivitas.

Ketua Project Management Office (PMO) Makmur Frans Marganda Tambunan, mengatakan program Makmur untuk tingkatkan produktivitas komoditas pangan melalui pengintegrasian proses bisnis dari hulu hingga hilir.

Sejak tahun 2021 sampai denga Desember 2023, program Makmur telah merealisasikan luas tanam sebanyak 692 ribu ha dengan realisasi panen 284 ribu ha dan partisipasi 322 ribu mitra petani.

“Capaian itu melampaui target luas tanam yang ditetapkan yaitu 557 ribu ha. Jumlah itu total untuk 5 komoditas yang dikembangkan, yaitu padi, tebu, jagung, kelapa sawit, dan kopi,” ujar Frans, lewat keterangan, Sabtu (30/12/2023).

Baca juga: Film Pemandi Jenazah Siap Tayang di Bioskop, Aghniny Haque: Kisahnya Mengerikan Cerita Hal Sakral

Menurutnya sawit jadi komoditas terbesar yang dibudidayakan dalam program Makmur. Tercatat luas areal tanam sawit mencapai 224 ribu ha atau 42 persen di atas target 130 ribu ha.

Setelah sawit, padi menjadi komoditas kedua terbesar yang dikembangkan. Tercatat luas areal tanam padi telah tercapai 202 ribu ha atau 41 % di atas target 117 ribu ha.

Tebu menjadi komoditas ketiga terbesar dalam program ini. Makmur menargetkan luasan realisasi tanam tebu 241 ribu ha, dimana sampai saat ini telah tercapai 182 ribu ha dengan 55 ribu petani.

Untuk komoditas jagung, telah merealisasikan areal tanam seluas 69 ribu ha. Luasan tanam itu lebih tinggi 12?ri target yaitu 58 ribu ha dengan terealisasi 52 ribu ha dan 46 ribu petani.

Baca Juga  Momen Prabowo Guncang-guncangkan Badan Anies Sambil Tertawa

Baca juga: Dilantik Jadi Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu Siap Selesaikan Jalan Tambang di Parung Panjang

Sedangkan untuk komoditas kopi, tercatat luas tanam yang telah terealisasi sejak 2022 sebanyak 13 ribu ha, atau lebih tinggi 23?ri target 10 ribu ha yang melibatkan 15 ribu petani kopi.

Frans mengatakan, peningkatan realisasi Makmur dalam 3 tahun terakhir ini menunjukkan bahwa program integrasi pangan ini telah memberikan dampak positif khususnya bagi para petani mitra.

“Diharapkan, program ini secara bertahap dapat menumbuhkan kepercayaan dan minat untuk bertanam sehingga mendukung peningkatan produksi komoditas pangan kita,” jelasnya.

Direktur Utama Holding BUMN Pangan ID FOOD itu menambahkan bahwa pihaknya ini berperan sebagai pengawas maupun pendamping proses budidaya serta off taker hasil panen.

“Program ini merupakan bentuk close loop yang mengintegrasikan rantai pasok dari hulu sampai hilir. Kami optimis, terus tumbuhnya pelaksanaan program Makmur dapat mendukung penguatan ekosistem pangan nasional,” ucapnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *