Kekosongan Jabatan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial Disorot Aktivis Hukum

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Kekosongan jabatan Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA)  Bidang Non Yudisial dan kasus Sekretaris MA nonaktif Hasbi Hasan yang dituntut 13 tahun dan 8 bulan penjara lantaran dinilai terbukti menerima suap Rp 11,2 miliar terkait pengurusan perkara di MA menjadi sorotan publik.

Lembaga Yudikatif tertinggi ini dinilai harus harus segera berbenah.

Pimpinan Gerakan Civil Society Julius Ibrani mengatakan, posisi tersebut tidak boleh dibiarkan lama-lama kosong.

“Wakil Ketua posisi yang amat strategis, pemangku kebijakan, pengambil keputusan. (Wakil Ketua) Itu akan menentukan berputarnya roda operasionalisasi sampai ke pengadilan di level yang paling teknis,” kata Julius beberapa waktu lalu.

Karena itu, aktivis hukum ini mendesak jabatan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial harus segera diisi.

Seperti diketahui, jabatan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial yang mengalami kekosongan sejak 7 Februari 2023. 

Baca juga: Butuh Sarana Transportasi Memadai untuk Karyawan, PAMA Group Gandeng Pelita Air

Ia menilai perlu segera diidentifikasi kebutuhannya apa dan ketika masyarakat mendukung maka diisi oleh siapapun orangnya akan dipercaya.

Julius juga menilai hubungan MA dengan masyarakat perlu dieratkan lagi.

“Ketua Mahkamah Agung sudah punya acara namanya “Mari Mendengar” tapi perlu dirutinkan supaya masyarakat tahu kondisi Mahkamah Agung seperti apa. Sehingga masyarakat support dan berpartisipasi mendorong supaya hubungan lebih kuat,” tegasnya.

Julius bilang, Yudikatif harus kuat dan mendapatkan kepercayaan publik. Pembiaran kekosongan jabatan ini dapat berakibat kepada turunnya kepercayaan publik kepada MA. Publik akan menganggap MA telah bermain “politik praktis” dengan sengaja membiarkan beberapa jabatan penting yang strategis tetap kosong dan memusatkan power kepada orang tertentu di pucuk kepemimpinan MA.

Baca juga: Sudah Resmi Cerai dengan Dedi Mulyadi, Anne Ratna Mulai Sering Pamer Suami Barunya, Namanya Iskandar

Baca Juga  Perang Sarung Berisi Batu di Pesanggrahan Telan Korban, Satu Remaja Terluka di Bagian Pelipis

“Yudikatif itu symbolic justice, orang tengah, bukan orang yang berpihak tetapi dia bisa memberikan keadilan kepada semua pihak,” tandasnya.

Julius menambahkan, saat ini jabatan wakil ketua MA bidang non yudisial dipegang Wakil Ketua MA Yudisial Dr. H. Sunarto.

“Dengan mengemban dua jabatan sekaligus kewenangan Yang Mulia Dr. H. Sunarto menyamai kewenangan Ketua MA saat ini,” jelasnya.

Menurutnya, tujuan pemisahan kedua bidang (Wakil Ketua non yudisial dan yudisial) adalah untuk melakukan power sharing sehingga mencegah kekuasaan pimpinan MA untuk tidak dikuasai secara absolut.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Daftar 5 Kursi Pimpinan Mahkamah Agung dan 7 Jabatan Ketua Pengadilan Tinggi yang Masih Kosong



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *