Kepala BKD Sebut ASN DKI Boleh WFH, Heru Budi Hartono: tak Ada itu, Semua Masuk

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menegaskan, aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta tidak ada yang bekerja dari rumah atau work from ome (WFH) pasca cuti bersama Idulfitri 1445 H dari 6-15 April 2024.

Hal itu dikatakan Heru sekaligus menganulir pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta Maria Qibtya soal adanya WFH pada Selasa (16/4/2024) dan Rabu (17/4/2024).

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Terapkan WFH 2 Hari, ASN Terkait Pelayanan Masyarakat Tidak Termasuk

“Nggak ada (WFH), semua masuk. Media saja masuk, masak karyawan saya WFH? curang dong ya, jadi harus adil sama-sama masuk,” ujar Heru di Balai Kota DKI pada Selasa (16/4/2024).

Heru mengatakan, hari ini seluruh ASN Pemprov DKI Jakarta wajib masuk, karena mereka sudah mendapat jatah libur selama 10 hari.

Pria yang juga menjadi Kepala Sekretariat Presiden RI ini menilai, cuti bersama itu sudah cukup bagi ASN untuk merayakan hari lebaran di kampung halamannya.

“Hari ini, hari kerja jadi Pemprov DKI tidak ada WFH, semua harus masuk karena kan sudah 10 hari ini (libur),” ucap Heru.

Baca juga: Pengamat Nilai Menhub Tak Perlu Ajukan Rekomendasi WFH kepada Presiden Antisipasi Arus Balik

Heru menegaskan, telah memerintahkan anak buahnya di tingkat provinsi maupun kota dan kabupaten untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) presensi pegawai di tempat kerjanya.

Dia berjanji, akan menyampaikan hasil sidak itu kepada masyarakat.

“Saya minta BKD, kan di wilayah ada para Wali Kota, BKD, Kadis tadi kumpul (halal bihalal), itu mengecek stafnya masing-masing. Sekali lagi, nggak ada jajaran DKI, nggak ada WFH,” katanya.

Baca Juga  jernihkanharapan link video twitter

Bagi ASN yang tidak masuk alias absen hari ini, bakal dikenakan sanksi.

Ilustrasi ASN – ASN DKI Jakarta tetap kerja normal setelah libur lebaran, tak ada WFH. (Tribunnews.com)

Jenis sanksi yang diberikan BKD bervariasi, mulai dari teguran, tertulis hingga pemotongan tunjangan kinerja daerah (TKD).

“Ya sanksi dong, orang lain sudah kerja, saya saja kami sudah kerja semua, kepala dinas. Sanksi yang harus tegas, jadi tidak ada (WFH) masuk dan nggak ada cuti tambahan,” jelas Heru.

Menurut dia, para ASN yang mudik ke kampung halaman seharusnya sudah mengatur perjalanannya.

Karena itu, Heru tidak mau menerima alasan bahwa anak buahnya itu masih di dalam perjalanan ke Jakarta.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *