Penjual Mainan Barongsai di Vihara Dharma Bakti Baru Dapat 200 Ribu Selama Empat Hari

WARTAKOTALIVE.COM, TAMANSARI – Perayan Imlek 2024 dimanfaatkan oleh Rawa untuk menjual kerajinan tangan barongsai di depan Vihara Dharma Bakti, Jalan Kemenangan III, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (10/2/2024).

Rawa menjelaskan, kesehariannya mencari nafkah sebagai penjual mainan di kawasan tersebut dan sejak empat hari lalu barang dagangannya berbeda dengan biasanya.

Ia biasanya membawa mainan perahu othok-othok yang dinyalakan menggunakan sumbu dengan bahan bakar minyak jelantah.

Dari pantauan lokasi, ia menjajakan mainannya dengan menempelkan di bambu yang telah dilubangi.

Kayu pegangan mainan barongsai ini diselipkan ke lubang bambu, sehingga barang dagangannya tertata rapih.

“Kalau saya jualan memang ngambil ke bos, habis kita untung banyak, enggak habis bisa dipulang,” katanya, Sabtu (10/2/2024).

Baca juga: Rayakan Imlek, Ruben Onsu dan Sarwendah Kumpul Bareng Anak-anak dan Karyawan hingga Undang Barongsai

Jika ramai pembeli, dalam sehari Rawa bisa menjual mainan kerajinan tangan sekira 10 kodi, satu kodinya berjumlah 20 barongsai.

Harga dari bosnya persatu barongsai sekira Rp 9.000 dan Rawa menjual kembali kepada pengunjung vihara sebesar Rp 25.000 atau Rp 30.000.

Namun, ia tidak selalu menjual dengan harga segitu karena tergantung siapa yang membelinya.

Misalnya, kata Rawa jika yang beli adalah penunggu angpau di Vihara Dharma Bakti maka harganya bisa Rp 15.000.

“Kita jual lihat-lihat orang juga, kalau sekira orang ekonomi di bawah ya cuma Rp 15.000,” jelasnya.

Pria yang pakai topi dibalik ini melanjutkan, selam tiga hari jualan mainan barongsai ia cuma bisa jual tiga kodi atau sekira 60 unit saja.

Baca juga: Perayaan Imlek 2024 Bawa Berkah buat Pedagang Burung Pipit Terjual hingga 5.000 Ekor

Ia merasa para pembeli mainannya sangat sepi, padahal ia sudah menyesuaikan momen perayaan Imlek 2024.

Baca Juga  Ternak Syams dan Cakra Abhipraya Edukasi Atasi Stunting di Cengkareng dengan Susu Kambing Etawa

Selama tiga hari, ia mendapat keuntungan sebesar Rp 200.000 sudah termasuk untuk makan dan beli rokok.

“Hari ini mah saya hitung paling baru kejual 15 biji saja, enggak tahu hari H malah sepi yang beli,” imbuhnya.(m26)

 

 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *