Profil Wamenkumham Eddy Hiariej yang Ditetapkan KPK sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Eddy Hiariej ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (9/11/2023).

Penetapan tersangka Eddy Hiariej tersebut dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan kasus dugaan suap. 

“Penetapan tersangka Wamenkumham, benar, itu sudah kami tandatangani sekitar dua minggu lalu,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2023).

Eddy Hiariej sendiri merupakan Professor atau Guru Besar Ilmu Hukum Pidana di almamaternya, Universitas Gadjah Mada. 

Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej saat menghadiri momen peringatan ulang tahun Itjen Kemenkumham ke-57 di Grand Aston Grogol, Jakarta, Rabu (8/11/2023). (dok. Kemenkumham)

Pria bernama lengkap Edward Omar Sharif Hiariej Itu menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan tingginya di UGM.

Eddy Hiariej menempuh pendidikan sarjana atau S1 di Fakultas Hukum (FH) UGM pada 1993-1998. Tidak lama berselang ia melanjutkan pendidikan S2 atau magister di FH UGM pada 2002-2004.

Setelahnya Eddy Hiariej mengambil pendidikan doktoralnya selama dua tahun pada 2007-2009 di FH UGM hingga kemudian diangkat menjadi Guru Besar di FH UGM pada 2010.

Kini laki-laki kelahiran Ambon, 10 April 1973 itu menjabat sebagai Wamenkumham HAM yang dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat reshuffle menteri pada 23 Desember 2020. 

Baca juga: IPW Apresiasi Keberanian KPK Menetapkan Eddy Hiariej Wamenkumham Resmi Tersangka

Ditetapkan Tersangka

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Eddy Hiariej diduga menerima suap dan gratifikasi. Surat penetapan tersangka tersebut telah ditandatangani namun baru diungkapkan KPK pada Kamis (9/11/2023).

“Benar Wamenkumham telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan itu sudah kami tanda tangani sekitar dua minggu yang lalu,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (9/10/2023).

Baca Juga  Security KAI Jadi Korban Terakhir Kecelakaan KA Turangga vs KA Baraya Yang Berhasil Dievakuasi

Alex mengatakan, pihaknya telah menandatangani Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) untuk empat orang tersangka.

Menurut Alex, sebanyak tiga di antaranya diduga menerima suap dan gratifikasi. Sementara satu pihak lainnya merupakan terduga pemberi suap.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *