Terungkap Rantai Pasok Telur Berisiko Keamanan Pangan Bagi Masyarakat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Organisasi Perlindungan Konsumen dan Kesejahteraan Hewan Internasional melakukan investigasi terhadap rantai pasok telur di jaringan kopi ternama di Indonesia.

Investigasi ini dilakukan di peternakan pemasok ayam di Bandung, Jawa Barat yang telurnya digunakan dalam makanan panggang dan siap saji di jaringan kopi ternama tersebut.

Dalam investigasi tersebut ditemukan kotoran yang menutupi kandang dan peralatannya, serta menempel pada badan ayam dan telur.

Baca juga: BBPOM Jakarta Latih Ratusan Kader Kelurahan di Jakarta Utara untuk Penerapan Keamanan Pangan

Kotoran juga tampak  bertumpuk di sebelah ayam dan telur.

Lalu, ayam mati dibiarkan membusuk di samping ayam petelur yang masih hidup. 

Kemudian ayam ditempatkan di kandang kecil yang sempit, menyebabkan bulunya terkelupas, luka-luka, dan kecacatan.

Selain itu, hewan liar lainnya dibiarkan memasuki peternakan dengan bebas, meningkatkan risiko penularan flu burung dan penyakit lainnya.

Baca juga: Pemprov DKI Bina dan Awasi Pelaku Usaha Demi Menjamin Mutu dan Keamanan Pangan

Menurut Perwakilan Equitas, organisasi perlindungan konsumen dan kesejahteraan hewan internasional, Dana Taborosi, jaringan kopi ternama itu menaruh pelanggan dan masyarakat dalam risiko keamanan pangan.

Selain itu mereka juga mengabaikan kekejaman serius terhadap hewan dalam rantai pasokannya.

Padahal mereka telah berkomitmen untuk hanya menyediakan telur bebas kandang di negeri Paman Sam, namun di Indonesia mereka terus melayani pelanggan dengan produk telur dari peternakan kandang baterai yang kejam dan kotor.

“Pelanggan mereka di mana pun mereka berada, berhak atas kualitas dan keamanan pangan yang setara,” tandas Dana, Kamis (1/2/2024).

Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, Kodam III/Siliwangi Manfaatkan 200 Hektar Lahan Tidur Karawang Buat Pertanian

Baca Juga  Antisipasi Penyebaran Covid-19, Dinkes Kabupaten Tangerang Salurkan Vaksin Jenis Inavac

Dana menambahkan bahwa hampir setiap jaringan kafe internasional ternama telah menetapkan tenggat waktu untuk segera beralih ke penggunaan telur bebas kandang di Indonesia dan global,

Mayoritas dari 25 jaringan restoran terbesar di dunia juga telah berkomitmen untuk hanya menggunakan telur bebas kandang di Indonesia dan global.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) dan belasan tim peneliti internasional menemukan bahwa peternakan telur kandang baterai memiliki risiko kontaminasi strain utama salmonella 33 kali lebih besar.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *