Isu Gaji Fantastis Bikin Pak Arman Mantan Sopir Atta Halilintar Tak Kunjung Dapat Kerja, Aslinya Cuma Digaji Segini

Mantan sopir Atta Halilintar, Pak Arman, belakangan menjadi perbincangan publik lantaran menuding mantan bosnya itu telah menzaliminya. 

Usut punya usut, ujung pangkal permasalahan adalah isu yang beredar di luaran bahwa Pak Arman mendapatkan gaji fantastis saat bekerja dengan Atta Halilintar.
 
Hal itu pun membuat Pak Arman akhirnya kesulitan mendapat pekerjaan lain setelah tak lagi menjadi sopir Atta Halilintar. Banyak calon pemberi kerja yang mundur begitu mendengar isu gaji fantastis tersebut. 

Padahal, seperti diakui Pak Arman, dirinya hanya digaji 4,2 juta saat bekerja dengan Atta Halilintar. 

Dalam video yang diunggah akun Tiktok @Terhitz_gram, Pak Arman mengaku awalnya meminta gaji Rp 5 juta. Tetapi, permintaannya ditolak. 

Baca Juga:Aktor Breaking Bad Mark Margolis Meninggal, Ini Awal Mula Karirnya Bersinar

“Nggak, nggak UMR (gajinya), saya waktu itu mengajukan borongan ke HRD-nya Rp 5 juta,” kata Pak Arman.

“Kata HRD di sini nggak ada yang gaji segitu pak,” ujarnya lagi.

Ia pun akhirnya menerima tawaran gaji di bawah UMR Jakarta itu. Menurutnya, yang penting ia bisa bekerja.

Setelah berhenti bekerja sebagai sopir Atta Halilintar, Pak Arman yang tak kunjung mendapat pekerjaan pun memilih jualan kopi keliling. Dia merasa sangat kaget saat mendengar isu kalau gajinya dari Atta Halilintar bernilai fantastis.

“Yang saya kaget itu nggak tahu siapa, katanya gaji saya fantastis,” ujarnya.

Baca Juga:Bersiap Jadi Calon Presiden, Ini Profil dan Perjalanan Politik Anies Baswedan

Menurut Pak Arman, ia pernah mendapat tawaran kerja dari seorang ibu. Namun, setelah mengetahui pernah bekerja dengan Atta Halilintar, orang tersebut membatalkannya karena merasa tak sanggup membayar gaji Pak Arman. 

Baca Juga  Economic Affairs Minister Claims Indonesia's Economic Growth Surpasses Singapore, US

“Waduh bapak gajinya terlalu besar. Pertanyaan saya saat itu, dari mana gaji saya besar, padahal gaji saya cuman segitu,” katanya.

Gara-gara isu gaji fantastis itulah, ia jadi kesulitan mendapat pekerjaan. Menurutnya, bahkan sampai ada 30 orang yang batal mempekerjakannya selama 2 tahun belakangan.

“Akhirnya orang itu mengundurkan diri. Nanti deh pak saya hubungi lagi. Sampai 30 orang nih nggak tanggung-tanggung selama 2 tahun menolak,” pungkasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *