Sosok Hadi Priyono, Pilot TNI AL Lulusan Terbaik S3 Unair yang Ingin Jadi Dosen

TEMPO.CO, Jakarta – Universitas Airlangga (Unair) menggelar prosesi wisuda periode 233 pada Sabtu, 12 Agustus 2023 di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C. Salah satu wisudawannya adalah Hadi Priyono yang berhasil meraih gelar doktor. Hadi merupakan seorang penerbang di TNI Angkatan Laut.

Berbagai rintangan harus dilalui Hadi sebelum akhirnya berhasil lulus dari Unair. Selain menjadi pilot TNI Angkatan Laut, ia juga harus menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswa.

“Bersyukur karena prestasi ini merupakan pencapaian yang tidak serta merta prestasi pribadi. Ada doa orang tua, istri, dan anak,” katanya dilansir dari situs Unair pada Ahad, 13 Agustus 2023.

Berbagai tantangan dia hadapi ketika menjalani kuliah sambil bekerja. Namun, hal itu bisa dilewati dengan baik oleh Hadi. Misalnya, saat pandemi Covid-19 melanda, kala itu perkuliahan harus digelar daring dan menjadikannya sedikit lebih mudah.

“Tantangannya itu saat waktu saya mendapat tugas dari kesatuan dan ada tugas belajar. Tapi, karena pembelajaran saat Covid-19 secara online jadi bisa belajar di mana-mana tidak harus di kampus,” terangnya.

Priyo menambahkan bahwa dukungan senantiasa ia peroleh dari Sekolah Pascasarjana Unair terhadap kelancaran studinya. “Saya mendapat dukungan penuh dari Ketua Program Studi (KPS) utamanya terkait penugasan. Jadi saya masih tetap bisa menyelesaikan tugas meskipun sedang bertugas,” tuturnya.

Memilih Prodi Pengembangan Sumber Daya Manusia

Iklan

Mulanya, Priyo memilih program studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) karena ketidaksengajaan. Tetapi, setelah melaluinya, hal itu membantunya dalam meningkatkan karier.

“Nanti ke depan saya akan banyak mengurusi personil sehingga banyak ilmu saat kuliah yang akan mendukung karir saya,” paparnya.

Priyo tetap bisa menjalankan perannya dengan gigih. Berkat kegigihannya itulah Priyo dinobatkan sebagai wisudawan terbaik jenjang S3 periode 233 dengan IPK 3,97. Priyo mengatakan bahwa prestasi itu merupakan prestasi bersama.

Baca Juga  Ground Breaking Pasar Banjaran, Bupati: Ini Bukan Swastanisasi

“Bersyukur karena prestasi ini merupakan pencapaian yang tidak serta merta prestasi pribadi. Ada doa orang tua, istri, dan anak,” katanya.

Pasca lulus S3, Priyo mengungkapkan bahwa akan melanjutkan pengabdiannya kepada negara dan menjadi seorang dosen. “Saya akan mengabdi sebaik-baiknya sebagai kapasitas saya sebagai abdi negara. Dari sisi akademik, ada rencana jangka panjang akan mewakafkan diri di beberapa kampus swasta dan kampus pertahanan di Indonesia,” tutupnya.

Pilihan Editor: Raih 4 Gelar di Usia 25 Tahun, Wiwit Nurhidayah Ingin Terus Belajar



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *